Perancangan Ramp pada Bangunan - Arsitur Media Desain

Perancangan Ramp pada Bangunan

- 12/07/2017


Definisi Ramp

Berbeda dengan tangga menggunakan sistem pijakan berundak-undak, maka ramp merupakan bidang miring yang menghubungkan perbedaan ketinggian lantai. Ramp memiliki tingkat kemiringan tertentu yang dapat dilalui dengan nyaman oleh manusia.

Perancangan Ramp pada Bangunan
Perancangan Ramp pada Bangunan


Keunggualan ramp dibanding tangga adalah bisa dilalui oleh roda, baik oleh kursi roda, kendaraan maupun troli barang. Karena itu pada bangunan yang ramah terhaap difable hendaknya menggunakan ramp sehingga masih terjangkau oleh pengguna kursi roda. Selengkapnya tentang ramp bisa dibaca disini.

Syarat Ramp

Beberapa syarat pembuatan ramp dijabarkan sebagai berikut.
  • Kemiringan suatu ramp untuk di dalam bangunan tidak boleh melebihi rasio tinggi:panjang = 1:12.
  • Perhitungan kemiringannya  tidak termasuk awalan/atau akhiran ramp (curb ramb/landing). Sedangkan kemiringan suatu ramp untuk di luar bangunan adalah 1:15 atau kemeringan standarnya adalah 10 derajat.
  • Maksimum panjang mendatar dari satu ramp (dengan kemiringan 1:12 ) tidak boleh melebihi dari 900 cm.
  • Lebar minimum dari suatu ramp adalah 95 cm.
  • Untuk ramp yang juga digunakan sekaligus untuk pejaln kaki adalah dan pelayanan angkutan barang harus dipertimbangkan secara seksama lebarnya,  sehingga bisa dipakai untuk kedua fungsi tersebut
  • Landing atau muka datar pada awalan atau akhiran dari suatu ramp harus bebas dan datar, sekurang-kurangnya bisa untuk memutar kursi roda dengan ukuran minimum 150 cm.
  • Permukaan datar dari landing (baik awalan atau akhiran ramp) harus memiliki tekstur sehingga tidak licin baik diwaktu hujan atau tidak.
  • Pembatas rendah pinggir  ramp (low curb) dirancang untuk menghalangi roda kursi roda agar tidak terperosok atau keluar dari jalur ramp. 
  • Apabila berbatas langsung dengan lalu-lintas jalan umum atau persimpangan harus dibuat sedemikian rupa agar tidak mengganggu jalan umum.
  • Ramp harus dilengkapi dengan pencahayaan yang cukup yang akan membantu pengguna ramp saat malam hari. 
  • Penerangan khususnya disediakan pada bagian-bagian ramp yang memiliki ketinggian terhadap muka tanah sekitarnya dan dibagian-bagian yang membahayakan.
  • Ramp juga harus dilengkapi dengan pegangan (handrail) yang dijamin kekuatannya dan dengan ketinggian yang sesuai untuk pengguna ramp.
  • Material lantai ramp juga harus diperhatikan biasanya menggunakan agregat yang kasardan juga harus di buta sedikit bantalan pada ramp.

Jenis Ramp

Menurut kemiringannya, ramps dibagi menjadi beberapa jenis sebagai berikut :

Ramps Rendah

Memiliki kemiringan sampai dengan 5% kemiringan (00-50). Ramps jenis low atau landai ini tidak perlu menggunakan anti selip untuk lapisan permukaan lantainya.

Ramps Sedang

Ramps sedang atau medium dengan kemiringan sampai dengan 7% (50-100) dianjurkan menggunakan bahan penutup lantai anti selip.

Ramps Curam

Ramps curam atau steep dengan kemiringan antara sampai dengan 90% (100-200) yang dipersyaratkan harus menggunakan bahan anti selip pada permukaan lantai dengan dibuat kasar.

Untuk manusia, dilengkapi dengan railing terutama untuk handicapped / disabled person (penderita cacat tubuh, yang sekarang lebih dikenal sebagai para “Difable” atau Different ability people).

Demikianlah mengenai Perancangan Ramp pada Bangunan, semoga bermanfaat, terima kasih.

Baca Juga :

Referensi :

  • http://jurnalarsitek.blogspot.co.id/2016/05/pengertian-ramp-standar-pembuatan.html



Silahkan tuliskan komentar, Jika ingin berdiskusi lebih lanjut silahkan email ke parsikaproject@gmail.com
EmoticonEmoticon

 

Ketikan dan tekan Enter