Sistem Transportasi Vertikal Pada Bangunan - Arsitur Media Desain

Sistem Transportasi Vertikal Pada Bangunan

- 12/02/2017


Timbulnya bangunan-bangunan tinggi disebabkan oleh kebutuhan ruang yang selalu meningkat terutama di pusat- pusat kota, baik sebagai ruang kerja/kantor ataupun tempat –tmpat tinggal/flat-flat.

Alat transportasi dalam bangunan merupakan alat yang menunjang atau memberi fasilitas sirkulasi dalam bangunan gedung bertingkat, serta merupakan sarana prasarana yang memperlancar pergerakan manusia di dalamnya.

Salah satu masalah yang menjadi pemikiran pada perencanaan bangunan bertingkat banyak adalah masalah transportasi, baik yang bersifat manual (tangga, ramp) maupun yang bersifat mekanis (elevator, ekalator, conveyor dll).

Sistem Transportasi Vertikal Manual

Sistem transportasi manual artinya pergerakannya masih mengandalkan tenaga manusia untuk berpindah antar level lantai. Adapun sistem transportasi vertikal yang bersifat manual adalah sebagai berikut :

1.Tangga

Tangga
Tangga

Tangga merupakan jalur yang mempunyai undak - undak (trap) yang menghubungakan satu lantai dengan lantai diatasnya dan mempunyai fungsi sebagai jalan untuk naik dan turun antara lantai tingkat.

Penempatan atau letak ruang tangga tersendiri mudah dilihat dan dicari orang, tidak berdekatan dengan ruang lain agar tidak menggangu aktifitas penghuni lain. Tangga juga mempunyai fungsi sebagai jalan darurat, direncanakan dekat dengan pintu keluar, sebagai antisipasi terhadap bencana kebakaran, gempa keruntuhan dan lain - lain.

Ada tangga yang digunakan untuk sirkulasi umum dan ada tanga yang digunakan untuk kepentingan darurat. Selengkapnya tentang tangga bisa dibaca disini.

2. Ramp

Ramp
Ramp

Berbeda dengan tangga menggunakan sistem pijakan berundak-undak, maka ramp merupakan bidang miring yang menghubungkan perbedaan ketinggian lantai. Ramp memiliki tingkat kemiringan tertentu yang dapat dilalui dengan nyaman oleh manusia.

Keunggualan ramp dibanding tangga adalah bisa dilalui oleh roda, baik oleh kursi roda, kendaraan maupun troli barang. Karena itu pada bangunan yang ramah terhaap difable hendaknya menggunakan ramp sehingga masih terjangkau oleh pengguna kursi roda. Selengkapnya tentang ramp bisa dibaca disini.

Sistem Transportasi Vertikal Mekanis

Sistem transportasi vertikal mekanis artinya pergerakannya dibantu oleh tenaga mesin untuk berpindah antar level lantai. Adapun jenis transpotasi vertikal mekanis adalah sebagai berikut :

Elevator atau Lift

Elevator
Elevator

Lift awalnya adalah derek yang terbuat dari tali. Pada tahun 1853, Elisha Graves Otis, salah seorang pionir dalam bidang lift, memperkenalkan lift yang menghindarkan jatuhnya ruang lift jika kabelnya putus. Rancangannya mirip dengan suatu jenis mekanismekeamanan yang masih digunakan hingga kini.

Elevator ( lift ) adalah alat transpotasi pada bangunan yang bergerak secara vertikal yang membawa penumpang, peralatan, dan muatan dari satu tungkat ketingkat yang lain. Lift memiliki dua macam type yaitu : Lift elektrik dan Lift hidrolik. Selengkapnya tentang lift bisa dibaca disini.

Eskalator atau Tangga Berjalan

Escalator
Escalator

Pada tahun 1899, Charles D. Seeberger bergabung dengan Perusahaan Otis Elevator Co,yang mana dari dia timbullah nama eskalator (yang diciptakan dengan menggabungkan kata scala, yang dalam bahasa Latin berarti langkah-langkah (step), dengan elevator). Bergabungnya Seeberger dan Otis telah menghasilkan eskalator pertama step type escalator ,untuk umum, dan eskalator itu dipasang di Paris Exibition 1900

Eskalator adalah tangga berjalan yang terdiri dari pijakan-pijakanyang pasang pada sabuk yang beputar secara terus menerus. Eskalator atau tangga jalan adalah salah satu transportasi vertikal berupa konveyor untuk mengangkut orang, yang terdiri dari tangga terpisah yang dapat bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti jalur yang berupa rail atau rantai yang digerakkan oleh motor. Selengkapnya tentang escalator bisa dibaca disini.

Travelator atau Ramp Berjalan

Travelator
Travelator

Travelator adalah sistem transportasi vertikal didalam bangunan gedung untuk memindahkan orang / barang dari satu lantai ke satu lantai yang berikutnya. Escalator diprioritaskan untuk transportasi orang dengan barang bawaan yang dijinjing sedangkan Travelator untuk transportasi orang dengan barang yang didalam trolley. Selengkapnya tentang travelator bisa dibaca disini.

Pemilihan Travelator ditentukan oleh besarnya kapasitas yang diinginkan karena kecepatannya sudah tertentu, sedangkan faktor lainnya yang juga harus dipertimbangkan adalah hal sebgai berikut :
  • Sudut kemiringan, lebih didasarkan pada keterbatasan perencanaan dan kenyamanan.
  • Tinggi antar lantai, lebih didasarkan pada keputusan perencanaan.
  • Sistem operasi, memungkinkan elevator bisa digerakan dengan arah keatas atau kebawah.
Demikianlah mengenai sistem transportasi vertikal pada bangunan, penjelasan lebih lengkap pada masing-masing sistem bisa dilihat pada link yang telah disediakan (masih dalam proses update).



Silahkan tuliskan komentar, Jika ingin berdiskusi lebih lanjut silahkan email ke parsikaproject@gmail.com
EmoticonEmoticon

 

Ketikan dan tekan Enter