Skip to main content

Concrete Curing : Pengertian dan Manfaatnya

Apa yang Dimaksud Concrete Curing ? Beton mendapatkan kekuatannya melalui hidrasi partikel semen. Hidrasi semen bukan tindakan sesaat melainkan proses yang berlangsung lama. Tingkat hidrasi cepat dimulai setelah pengecoran, tetapi berlanjut dalam waktu yang lama dengan intensitas yang menurun.

Concrete Curing : Pengertian dan Manfaatnya

Pengertian Concrete Curing

Concrete curing atau perawatan beton adalah proses untuk membantu menguatkan beton sebelum benar-benar kering dan keras. Curing juga dapat digambarkan sebagai menjaga beton tetap lembab dan cukup hangat sehingga hidrasi semen dapat berlanjut.

Selama kelembaban dan semen yang tidak terhidrasi masih ada di dalam beton, kekuatan, kekerasan, dan kepadatan beton akan meningkat secara bertahap melalui hidrasi tersebut.

Jadi secara praktis, proses curing adalah proses menjaga agar beton yang keras tetap lembab agar terus mendapatkan kekuatan. Ketika beton semakin kuat dan lebih padat, porositasnya berkurang. Ini penting, karena beton sejak awal jauh lebih keropos daripada ketika beton sudah tua dan sudah terhidrasi lebih lama.

Manfaat Concrete Curing

Beton yang berpori kehilangan kelembaban karena penguapan lebih cepat, dan ini dapat menurunkan tingkat kelembaban internal dan menghentikan hidrasi. Jika beton mengering terlalu cepat, itu berarti beton berhenti mendapatkan kekuatan. Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk menutup beton segera setelah pengecoran dan menjaganya tetap lembab.

Secara teoritis, untuk beton yang dibuat dalam wadah tertutup akan memuluskan proses hidrasi sehingga tidak ada rongga kapiler yang tersisa. Tetapi kondisi di lapangan sangat berbeda karena faktor lokasi, cuaca, jenis beton dll.

Cara Curing Beton

Beton mula-mula dikeringkan, kemudian ditutup dengan kain goni basah atau kantong goni yang diperas dengan benar (air tidak boleh menetes) dan tidak membiarkan beton mengering. Itu harus dilakukan untuk minimal 24 jam di mana beton akan berproses menuju volume akhir.

Jika air dituangkan setelah waktu ini, tidak akan berpengaruh. Jadi lebih baik menggunakan kain goni selama 24 jam pertama, kemudian proses curing dilakukan dengan menyemprotkan air.

Baca Juga :
Salam dari Arsitur : Terima kasih sudah berkunjung ke ARSITUR. Kami berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update. Kami juga melayani JASA GAMBAR DAN DESAIN MURAH BERKUALITAS. Bantu kami mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini kepada teman-teman lainnya. Terima kasih
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke arsiturstudio@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar