10 Macam Material Penutup Atap di Indonesia - Arsitur Media Desain

10 Macam Material Penutup Atap di Indonesia

- 7/07/2017


 
Hingga saat ini ada banyak sekali pilihan material atau bahan yang dapat digunakan untuk penutup atap bangunan di Indonesia. Berikut adalah beberapa diantaranya :


1.    Genteng
 
Genteng sejatinya adalah tanah liat yang dipress kemudian dibakar dengan suhu tinggi. Atap ini merupakan atap yang sangat familiar di Indonesia. Selain karena harganya yang relatif murah, bahan ini juga mudah dalam pemasangan dan tahan lama. Sistem kontruksinya menggunakan metode saling mengunci (interlocking).

2.    Bitumen
 
Bitumen di Indonesia disebut juga genteng aspal.  Bahan penyusun atap ini terdiri atas lapisan aspal, resin, serat organik, dan bubuk kertas. Bentuk atap aspal berupa lembaran yang mempunyai ketebalan sekitar 0,5-1 cm. Pemasangan atap ini bisa dilakukan dengan lem, atau sekrup ke reng.

3.    Keramik
 
Disebut juga genteng keramik, dibuat dari tanah liat khusus dengan suhu yang sangat tinggi dan memiliki lapisan glazur layaknya keramik lantai. Atap ini memantulkan panas sehingga lebih sedikit yang diserap dan lebih kedap air meskipun relatif lebih mahal.

4.    Sirap
 
Sirap dibuat dengan memotong kayu tipis-tipis hingga membentuk lembaran. Biasanya kayu yang dipakai adalah kayu ulin karena kuat dan tahan cuaca hingga 25 tahun. Sistem pemasangannya bersusun (tumpuk) beberapa lapisan.

5.    Rumbia
 
Rumbia merupakan dedaunan yang berasal dari tanaman palem-paleman. Ini merupakan bahan yang banyak digunakan untuk rumah tradisional di Indonesia, namun beberapa villa yang bergaya etnik juga sering menggunakan ini. Namun material ini mudah rusak dan rawan bocor.

6.    Ijuk
 
Ijuk merupakan serat alami dari pelepah pohon aren yang diolah sedemikian rupa. Atap ijuk juga banyak digunakan pada bangunan tradisional seperti kebanyakan Pura di Bali. Namun umur bahan ini tidak terlalu lama dan juga rawan bocor.

7.    Beton
 
Atap beton juga dikenal dengan dak beton yang dibuat dari campuran semen, pasir dan air. Pengerjaan dak beton cukup rumit namun sanggup bertahan seumur hidup apabila menggunakan campuran yang tepat dan perawatan yang benar.

8.    Seng
 
Seng merupakan salah satu material atap yang ringan dan mudah dipasang. Keunggulan lainnya adalah harganya yang murah dan cukup mudah didapatkan. Namun akan mudah membuat ruangan panas dan suaranya berisik ketika turun hujan.

9.    Asbes
 
Alternatif lain dari atap sengn adalah asbes. Dengan bentuk bergelombang menambah kekohoan asbes meskipun tidak sekuat seng. Material ini mudah didapat di Indonesia, pemasangannya mudah dan ringan. Tidak sepanas atap seng dan tidak terlalu ribut ketika turun hujan.

10.    PVC
 
PVC material dasarnya adalah plastik. Atap pvc merupakan alternatif untuk bahan atap yang ringan, kuat, tahan lama dan mudah dalam pemasangannya. Namun cukup cepat membuat ruangan panas dan relatif mahal.

Demikian tentang material penutup atap, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, terima kasih.



Silahkan tuliskan komentar, Jika ingin berdiskusi lebih lanjut silahkan email ke parsikaproject@gmail.com
EmoticonEmoticon

 

Ketikan dan tekan Enter