10 Macam Material Penutup Atap di Indonesia

Bahan atau material atap adalah bahan-bahan bangunan yang digunakan sebagai lapisan penutup terakhir pada atap bangunan, material ini yang akan menahan panas dan hujan yang terjadi pada atap bangunan.

Selama ini kita mungkin hanya mengenal bahan penutup atap berupa genteng dan seng, namun ternyata masih ada banyak pilihan material lain yang bisa digunakan sebagai atap rumah atau bangunan lainnya. 

Hingga saat ini ada banyak sekali pilihan jenis material atau bahan yang dapat digunakan untuk penutup atap bangunan khususnya di Indonesia. Namun tidak semua tersedia di toko bangunan, hal ini disesuaikan dengan ketersediaan di masing-masing daerah. 

Berikut adalah beberapa bahan penutup atap yang populer digunakan di Indonesia:


1. Bahan Atap Genteng

genteng

Genteng adalah tanah liat yang dipress (ditekan pada cetakan) kemudian dibakar dengan suhu tinggi. Atap ini merupakan atap yang sangat familiar di Indonesia. 

Selain karena harganya yang relatif murah, bahan ini juga mudah dalam pemasangan dan tahan lama. Sistem kontruksinya menggunakan metode saling mengunci (interlocking).

Genteng sangat populer dan sudah digunakan hampir di seluruh rumah-rumah di Indonesia baik yang ada di perkotaan maupun pedesaan. Pemasangan genteng begitu mudah dan bisa dilakukan oleh tukang biasa atau juga bisa dilakukan sendiri. 

Bagian yang paling penting dari atap genteng adalah rangka penyokong di bawahnya yang harus sesuai, bisa menggunakan kayu atau baja ringan.


2. Bahan Atap Bitumen

bitumen

Bitumen di Indonesia disebut juga genteng aspal. Bahan penyusun atap ini terdiri atas lapisan aspal, resin, serat organik, dan bubuk kertas. Bentuk atap aspal berupa lembaran yang mempunyai ketebalan sekitar 0,5-1 cm. Pemasangan atap ini bisa dilakukan dengan lem, atau sekrup ke reng.

Dibandingkan dengan genteng, keberadaan atap bitumen di Indonesia masih cukup jarang dan juga belum banyak tukang yang bisa mengerjakan atap bitumen. Bitumen sebenarnya lebih praktis dipasang dan memerlukan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan genteng, selain itu atap bitumen juga lebih ringan sehingga tidak akan membebani struktur bangunan.

Namun atap bitumen termasuk jenis baru yang mulai dilirik oleh rumah-rumah minimalis, karena tekstur dan tampilan atapnya yang rapi dan kotak-kotak sehingga sesuai dengan gaya desain yang digunakan.


3. Bahan Atap Keramik

genteng keramik

Disebut juga genteng keramik, dibuat dari tanah liat khusus dengan suhu yang sangat tinggi dan memiliki lapisan glazur layaknya keramik lantai. Atap ini memantulkan panas sehingga lebih sedikit yang diserap dan lebih kedap air meskipun relatif lebih mahal.

Genteng keramik di Indonesia biasanya dipasang pada rumah premium menengah ke atas. Mengingat kualitasnya yang sangat baik dan ketahanan terhadap berbagai kondisi cuaca. 

Sistem pemasangan genteng keramik hampir sama dengan genteng biasa, hanya ada sedikit perbedaan jarak reng.

4. Bahan Atap Sirap

sirap

Sirap dibuat dengan memotong kayu tipis-tipis hingga membentuk lembaran. Biasanya kayu yang dipakai adalah kayu ulin karena kuat dan tahan cuaca hingga 25 tahun. Sistem pemasangannya bersusun (tumpuk) beberapa lapisan.


5. Bahan Atap Rumbia

atap rumbia

Rumbia merupakan dedaunan yang berasal dari tanaman palem-paleman. Ini merupakan bahan yang banyak digunakan untuk rumah tradisional di Indonesia, namun beberapa villa yang bergaya etnik juga sering menggunakan ini. Namun material ini mudah rusak dan rawan bocor.

6. Bahan Atap Ijuk

atap ijuk

Ijuk merupakan serat alami dari pelepah pohon aren yang diolah sedemikian rupa. Atap ijuk juga banyak digunakan pada bangunan tradisional seperti kebanyakan Pura di Bali. Namun umur bahan ini tidak terlalu lama dan juga rawan bocor.


7. Bahan Atap Beton

dak beton

Atap beton juga dikenal dengan dak beton yang dibuat dari campuran semen, pasir dan air. Pengerjaan dak beton cukup rumit namun sanggup bertahan seumur hidup apabila menggunakan campuran yang tepat dan perawatan yang benar.

8. Bahan Atap Seng

atap seng

Seng merupakan salah satu material atap yang ringan dan mudah dipasang. Keunggulan lainnya adalah harganya yang murah dan cukup mudah didapatkan. Namun akan mudah membuat ruangan panas dan suaranya berisik ketika turun hujan.


9. Bahan Atap Asbes

atap asbes

Alternatif lain dari atap sengn adalah asbes. Dengan bentuk bergelombang menambah kekohoan asbes meskipun tidak sekuat seng. Material ini mudah didapat di Indonesia, pemasangannya mudah dan ringan. Tidak sepanas atap seng dan tidak terlalu ribut ketika turun hujan.

10. Bahan Atap PVC

atap pvc

PVC material dasarnya adalah plastik. Atap pvc merupakan alternatif untuk bahan atap yang ringan, kuat, tahan lama dan mudah dalam pemasangannya. Namun cukup cepat membuat ruangan panas dan relatif mahal.

Demikian tentang material penutup atap, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, terima kasih.