Green School Bali – Arsitektur Hijau dari Bambu - Arsitur Media Desain

Green School Bali – Arsitektur Hijau dari Bambu

- 12/22/2017


Sekilas Tentang Sekolah HIjau

Banyak yang tidak menyadari sebenarnya bumi planet tempat hidup kita sedikit-demi sedikit telah terkikis dan menuju kehancuran akibat pemanasan global, manusia perlu mengambil pendekatan yang lebih bertanggung jawab dan dalam hal ini pendidikan merupakan titik awal kunci. Tujuan Green School adalah untuk mengembangkan kebiasaan yang bertanggung jawab terutama pada alam sebagai lingkungan hidup kita kepada generasi muda yang akan mewarisi generasi sebelumnya.


Green School Bali
Green School Bali


Green School/Sekolah hijau bertujuan untuk menjadi model keberlanjutan (sustainable), bukan saja dalam bidang pendidikan tetapi juga dalam perkembangan arsitektur bambu yang banyak ditinggalkan karena modernisasi pembangunan. Setelah hanya tiga tahun beroperasi, Green School sudah mengguncang pemikiran organisasi konvensional lebih dan institusi di seluruh dunia.

Pendiri

Rencana pembuatan Green School sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2006 silam yang digagas oleh mantan pengusaha perhiasan asal Canada yaitu John dan Cynthia Hardy. Pembangunan yang berlangsung selama kurang lebih dua tahun itu.

Green School Bali
Pendiri Green School Bali


Akhirnya rampung dan Green School pertama kali dibuka secara resmi pada September 2008. Saat pertama kali dibuka Green School telah memiliki 90 siswa yang sudah termasuk mahasiswa. Pembangunan Green school merupakan pembangunan di sisa hutan dan sawah milik warga setempat.

Pemilihan Lokasi

Proyek ini berlokasi di Jalan Raya Sibang Kaja, Banjar Saren, Abiansemal Badung Bali, 80352 Indonesia. Bali adalah sebuah pulau internasional dalam kepulauan Indonesia. Pulau ini memiliki potensi alam, budaya, adat istiadat yang sangat kaya. Penduduknya ramah dan terbuka bagi siapa saja yang datang ke Bali.

Lokasi Green School Bali
Lokasi Green School Bali



Pulau ini juga memiliki potensi arsitektur yang sangat besar, baik dari segi konsep, karya arsitektur, material maupun orang-orang yang berkecimpung di bidang ini. Selain itu pulau ini memiliki bandara internasional yang baik sehingga mudah diakses di kawasan ini. Green school mempelajari dan menghormati budaya yang kaya akan adat istiadat di pulau ini yang sudah terkenal ke mancanegara.

Selain itu, karena arsitektur Bambunya yang mempesona banyak orang, green school sering menjadi tujuan wisatawan lokal/internasional maupun bagi para pelajar yang ingin meneliti tentang green school dan arsitektur bambunya. Hingga Green school juga menjadi awal mula kebangkitan arsitektur bambu di Bali dan di Indonesia.

Green School Bali merupakan yang pertama, dibangun sebagai benih, model, inspirasi dan terobosan untuk Bali (Indonesia) dan dunia. Pihak Green School sebenarnya telah mendorong pihak-pihak lain baik di Indonesia dan dunia untuk mengembangkan hal yang sama, yang pada dasarnya mengarah kepada mencintai lingkungan hijau yang merupakan bagian dari kehidupan.

Desain Ekologis

75 lebih bangunan sekolah didirikan dan didukung oleh sumber energi terbarukan termasuk tenaga mikro - hidro, dari pusaran tenaga air,  tenaga surya,  dan bio - diesel.  Kampus sekolah ini dirancang pada " sistem permakultur organik " yakni dimaksudkan untuk bekerja dengan ekologi alam tanah, dan siswa sekolah mengolah kebun organik sebagai bagian dari kegiatan sekolah mereka. Gedung sekolah yang dibangun terutama dari sumber daya terbarukan yaitu bambu, alang-alang Bali, dan dinding lumpur tradisional yang terbuat dari tanah liat.


Arsitektur Bambu Green School Bali
Arsitektur Bambu Green School Bali


Khusus untuk bambu pembangunan gedung juga  sebagai contoh potensi bangunan skala besar arsitektur bambu, termasuk bangunan " The Heart of School" yang memiliki panjang hingga 60 meter.  Struktur gedung dibangun dengan tiang bambu yang jumlahnya diperkirakan mencapai 2500 lebih batang bambu.  sekolah ini juga menggunakan bahan bangunan terbarukan untuk kebutuhan lainnya hingga segala sesuatu, bahkan meja dibuat dari bambu.

Awards

  • Green School Bali dianugrahi penghargaan sebagai sekolah terhijau di dunia (The Greenest School on Earth) pada tahun 2012 oleh US Green Building Council di Amerika.
  • Green School juga merupakan finalis Aga Khan Award Tahun 2010 untuk bidang Arsitektur Bambu.

Pemilihan Bali sebagai lokasi pembangunan Green School sudah tepat. Bali memiliki potensi alam dan potensi budaya yang baik. Selanjutnya mengenai pengaruh berdirinya Green School di Bali terhadap perkembangan arsitektur Bali, menurut kami ini seharusnya bisa dijadikan contoh bagi para arsitek Bali dan juga di Indonesia, karena selama ini orang Bali hanya rajin menanam beton dan tidak memikirkan masalah “keberkelanjutan” atau sustainable.

Konsep Sustainable

Green school menggunakan konsep desain yang terbarukan dengan menggunakan bahan baku bambu yang tumbuh lebih cepat jika dibandingkan dengan kayu yang tumbuh puluhan tahun. Dari fakta ini, kami mentafsirkan bahwa Green School akan terus dikembangkan karena dengan bahan yang terbarukan bisa mengganti bahan terdahulu sehingga sekolah ini bisa terus diperbaharui tanpa merusak alam.



Silahkan tuliskan komentar, Jika ingin berdiskusi lebih lanjut silahkan email ke parsikaproject@gmail.com
EmoticonEmoticon

 

Ketikan dan tekan Enter