Skip to main content

5 Material Alternatif Penutup Lantai

Setelah sebelumnya dibahas mengenai 5 material penutup lantai yang populer di Indonesia, maka sekarang akan dibahas mengenai 5 Material Alternatif yang bisa digunakan untuk Penutup Lantai yang cukup mudah didapatkan di Indonesia. Berikut ulasannya :

1. Plaster (semen)

Lantai Plester (Semen)
Lantai Plester (Semen)


Lantai dari beton rabat atau plaster saja, tanpa dikeramik. Minus pemakaian keramik bisa menghemat biaya cukup banyak karena per meter bervariasi antara 30-200an ribu, biaya untuk membeli material keramik atau penutup lantai yang lain. Bila berencana untuk memakai karpet, maka bisa diplaster saja, tidak usah memakai keramik. Kesan ruangan juga lebih dingin karena panas diserap oleh plaster tersebut.

Lantai plester terbuat dari semen, sehingga harganya tergantung dari semen acian yang digunakan.Lantai plester bisa dibuat sendiri baik dari campuran semen+pasir atau campuran semen saja dengan ketebalan variatif 3-5 cm tergantug kebutuhan.

Lantai plester merupakan solusi untuk menghemat biaya penutup lantai.Banyak ditemukan di rumah kelas menengah ke bawah. Tetapi karena karakternya yang khas, tak jarang pula para desainer terkemuka memilihnya sebagai kombinasi dari penutup lantai yang lain.

2. Terazzo (teraso)

Teraso
Teraso


Lantai Terrazzo Kebanyakan merupakan kombinasi dari chip marmer dicampur ke dalam beton semen Portland, dan beton semua tidak sama. Lokal Terrazzo kontraktor restorasi akan dapat menentukan langkah apa yang perlu diambil agar berhasil melakukan Terrazzo lantai proyek restorasi, ini tidak harus bingung dengan pemolesan marmer mereka mirip tapi dua hal yang berbeda.

Juga tahu, ada campuran beton yang berbeda untuk dinding, lantai, dan trotoar dan pekerjaan jalan masuk patch, dan dibutuhkan pengalaman bertahun-tahun untuk mengenali perbedaan ketika membersihkan lantai teraso.

Beton dibuat untuk teraso bervariasi, sebagian besar kesalahan yang dibuat dari tidak mengakui rincian tersembunyi dari lantai teraso dan ini dapat menyebabkan peningkatan biaya dalam memperbaiki teraso, beberapa kali mesin berlian profesional grinding semua yang dibutuhkan ketika memoles lantai teraso.

Baca juga : 11 Jenis Semen dalam Konstruksi Bangunan

3. Batu Andesit

Lantai Batu Andesit
Lantai Batu Andesit


Andesit adalah suatu jenis batuan beku vulkanik dengan komposisi antara dan tekstur spesifik yang umumnya ditemukan pada lingkungan subduksi tektonik di wilayah perbatasan lautan seperti di pantai barat Amerika Selatan atau daerah-daerah dengan aktivitas vulkanik yang tinggi seperti Indonesia. Nama andesit berasal dari nama Pegunungan Andes.

Batu andesit banyak digunakan dalam bangunan-bangunan megalitik, candi dan piramida. Begitu juga perkakas-perkakas dari zaman prasejarah banyak memakai material ini, misalnya: sarkofagus, punden berundak, lumpang batu, meja batu, arca dll.

batu andesit cocok untuk lantai eksterior karena sifat dan ketahananya. Penggunaan untuk interior biasanya untuk kamar mandi sebagai aksen untuk shower dan bathtub. Permukaan batu yang kasar cocok untuk daerah basah agar tidak selip.

4. Paving

Lantai Paving
Lantai Paving


Paving blok (bata beton) adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis sejenisnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan lainnya yang tidak mengurangi mutu bata beton.

Diantara berbagai macam alternatif penutup permukaan tanah, paving blok lebih memiliki banyak variasi baik dari segi bentuk, ukuran, warna, corak dan tekstur permukaan, serta kekuatan. Penggunaan paving blok juga dapat divariasikan dengan jenis paving atau bahan bangunan penutup tanah lainnya.

Paving biasanya diguakan untuk lantai eksterior ruang. Namun tak menutup kemngkinan paving digunakan untuk area interior terutama garase dan gudang. Paving biasanya digunakan untuk jalan (sirkulasi).Paving memberikan nuansa rapi bagi lantai yang Menggunakannya. Seringkali paving berlumut dan menjadi licin saat hujan, selain itu pemasangan yang tidak rata menyebabkan genangan air.

Baca juga : Alternatif Material Pengganti Kayu

5. Batu Lempeng (Batu Templek)

Lantai Batu Alam (Lempeng)
Lantai Batu Alam (Lempeng)


Batu Templek merupajan jenis batuan metamorf yang terbentuk karena perubahan tekanan dan suhu yang tinggi ayau panas bumi. Templek, lempeng atau yang lebih dikenal dengan Slate terbentuk dari lempung dan batuan shale.

Dinamakan batu templek atau batu lempeng karena batu nya menyerupai lempengan tipisBahan galian ini tersebar di beberapa lokasi; wilayah Kecamatan Cisewu, seperti Pasir Ciaseup, Kampung Ciawitali (Desa Girimukti), Kampung Lio, Cipicing, Ciguntur, Cilumbu dan Dataran Loa (Desa Cisewu) dan Salam Magelang ( Dusun Waru).

Aplikasi batu lempeng memberi keindahan dan kesan natural yang baik. Penggunaan biasanya untuk bagian eksterior ruangan. Namun tak menutup kemungkinan diterapkan untuk interior yang membutuhkan nuansa natural batu alam.

Demikian tentang 5 Material Alternatif Penutup Lantai.
Salam dari Arsitur : Terima kasih sudah berkunjung di website ini. ARSITUR berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update dengan informasi terbaru. Kami akan sangat senang apabila Anda turut membantu mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Terima kasih
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke arsiturstudio@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar