Bagaimana Cara Menentukan Tinggi Plafon ? - Arsitur Media Desain

Bagaimana Cara Menentukan Tinggi Plafon ?

- 9/14/2017


Tinggi plafon dalam sebuah rumah atau bangunan lainnya sejatinya tidak ada standar yang pasti. Perancang ataupun pelaksana pembangunan bebas menentukan Berapa tinggi yang diinginkannya sehingga yang sering menuntut ketinggian plafon adalah dari pengguna bangunan itu sendiri.

Pengertian Plafon


Plafon adalah salah satu elemen penting dalam sebuah rumah.  Secara  arsitektural plafon merupakan batas batas atas sebuah ruang. Fungsi plafon berbeda dengan atap karena plafon tidak melindungi ruangan dari panas ataupun hujan namun lebih kepada estetika untuk menutupi struktur atap sehingga  ruangan terlihat lebih rapi dan bersih.
Solusi menentukan tinggi plafon

Secara prinsip ada dua jenis plafon pada bangunan yaitu plafon terbuka dan tertutup.  Plafon terbuka disebut juga  expose  ceiling karena langsung menggunakan struktur atap sebagai plafon.  Cara ini juga bisa dianggap tidak menggunakan plafon sama sekali. Sementara plafon tertutup adalahplafon yang menggunakan bahan tertentu untuk menyembunyikan sebagian atau seluruh struktur atap sehingga tidak terlihat dari ruang di bawahnya.

Menentukan Tinggi Plafon


Walaupun dapat menentukan sendiri namun tinggi plafon tidak bisa dibuat sembarangan karena akan berdampak pada estetika ruang dan kenyamanan ruang itu sendiri. Sebelum menentukan tinggi plafon ada baiknya kita memperhatikan hal-hal sebagai berikut yaitu:  iklim, fungsi ruang, proporsi  ruang atau estetika ruang,  sirkulasi udara dan pencahayaan serta biaya proyek yang ditentukan.  Berikut penjelasannya.

1. Iklim

Mengapa iklim berpengaruh terhadap tinggi plafon ? Hal ini karena perbedaan iklim di suatu daerah menyebabkan perbedaan suhu yang cukup signifikan.  Manusia memerlukan suhu yang ideal untuk tinggal karena itu diperlukan cara-cara agar ruangan yang ditempati sesuai dengan kebutuhan. Bahkan yang lebih rendah dapat membuat Ruangan menjadi lebih hangat  sementara bapak yang tinggi dapat membuat ruangan terasa lebih  sejuk.

Di daerah yang memiliki iklim dingin cenderung menggunakan plafon yang rendah.  Sebut saja di Jepang atau Eropa yang menggunakan tinggi plafon untuk ruang tidur sekitar 2,4 hingga 2,5 meter.  Hal ini dapat menekan penggunaan pemanas ruangan saat musim dingin atau musim salju.

Sementara di Indonesia yang memiliki iklim tropis dengan suhu siang hari yang lumayan panas memerlukan sirkulasi udara yang lebih baik sehingga biasanya plafon dibuat lebih tinggi terutama di daerah pesisir pantai.  Tinggi plafon yang digunakan pada  daerah ini berkisar antara 2,8 hingga 3,5 meter.   Walaupun suhunya lebih panas tetapi bukan berarti membuat tinggi plafon sangat tinggi karena akan berpengaruh juga bila menggunakan pendingin ruangan.

2. Fungsi ruang

Selanjutnya fungsi ruangan juga menentukan tinggi plafon dalam ruangan itu.  Ruangan yang digunakan untuk aktivitas publik ataupun semi  publik biasanya menggunakan plafon yang lebih tinggi.  Sebut saja ruang keluarga di rumah yang memiliki tinggi lebih dari 3 meter atau aula di sekolah atau kampus yang memiliki tinggi plafon hingga 5 meter.

Sementara untuk ruang yang lebih  intim atau private biasanya menggunakan tinggi plafon yang lebih rendah.  Misalnya kamar mandi yang rata-rata memiliki tinggi plafon 2,4 meter.


Rekomendasi tinggi plafon untuk ruang tertentu

3. Proporsi dan estetika

Jika berbicara dalam konteks desain maka proporsi dan estetika ini sangatlah penting. Ruangan yang indah adalah ruangan yang proporsional dalam hal panjang, lebar maupun tinggi. Standar rumus untuk tinggi plafon berlaku sebagai berikut :

Tinggi plafon = 1/2 x (panjang ruangan+lebar ruangan).

Misalnya ruangan dengan ukuran 4 x 5 meter  akan tampak lebih proporsional jika tinggi plafonnya (5+4)/2 = 4,5 meter.

Selain itu tinggi plafon  juga dapat dimainkan untuk keperluan estetika seperti pada gambar berikut :

Plafon naik/turun untuk estetika

4. Pencahayaan

Berapa tinggi plafon juga mempengaruhi pencahayaan  pada ruangan.  Ruangan dengan plafon yang tinggi memerlukan pencahayaan yang lebih banyak sementara ruangan dengan plafon yang lebih rendah memiliki kebutuhan pencahayaan yang relatif lebih kecil.

Ini akan sangat berpengaruh terhadap pemilihan jenis lampu dan peletakkan titik lampu dalam sebuah ruangan.  Plafon yang lebih tinggi dapat menggunakan pencahayaan yang lebih variatif.

5. Biaya

Selanjutnya hal yang mempengaruhi perhitungan dalam menentukan tinggi plafon adalah biaya.  Semakin tinggi plafon sebuah rumah atau bangunan lainnya pastinya memiliki dinding yang lebih tinggi sehingga memerlukan biaya lebih.

Hal ini mungkin tidak akan terasa untuk sebuah rumah tinggal dengan ruangan yang sedikit.  Namun hal ini akan menjadi sesuatu yang sangat berarti untuk bangunan bersusun dengan jumlah uang yang sangat banyak.  Misalnya Hotel, rumah susun, maupun Komplek Perkantoran.  Ini juga menjadi salah satu alasan kenapa dalam tempat-tempat tersebut plafonnya pendek-pendek sekitar 2,5 hingga 2,8 meter.

Bayi tinggi plafon dalam sebuah bangunan setidaknya kita bisa lebih bijak dalam menentukan tinggi plafon yang akan dibangun.




Silahkan tuliskan komentar, Jika ingin berdiskusi lebih lanjut silahkan email ke parsikaproject@gmail.com
EmoticonEmoticon

 

Ketikan dan tekan Enter