Ciri-ciri Bangunan Tropis di Indonesia - Arsitur Media Desain

Ciri-ciri Bangunan Tropis di Indonesia

- 2/11/2019


Bangunan tropis adalah bangunan yang dibuat dengan menyesuaikan pada kondisi alam dan lingkungan di Daerah tropis. Desain bangunan tropis mimiliki ciri-ciri khas yang membedakannya dengan bangunan di daerah yang beriklim non tropis. Sebelumnya saya juga pernah menulis tentang Arsitektur Tropis yang bisa dibaca di bawah ini :

Baca Juga : Pengertian Arsitektur Tropis dan Karakteristiknya

Ciri utama bangunan tropis terletak pada atapnya yang menggunakan atap segitiga, overstek yang lebar, adanya shading, taman dengan pohon rindang, dan tentunya pilihan material bangunan yang digunakan.

Kata tropis mengandung arti pada kondisi suatu daerah yang letaknya berada di dekat garis khatulistiwa, dimana daerah tersebut memiliki dua musim dan terdapat penyinaran matahari yang melimpah sepanjang tahun. Indonesia adalah contoh negara tropis yang luas.

Akibat kondisi iklim tersebut mempengaruhi gaya bangunan yang dibuat orang-orang yang bermukim di daerah tropis. Bangunan maupun rumah dibuat dan diadaptasikan sedemikian rupa agar nyaman ditinggali di daerah tropis dengan banyak penyinaran dan hujan.

Selengkapnya mengenai ciri-ciri arsitektur tropis akan saya jelaskan satu persatu berikut ini :

01 Bangunan tropis menggunakan atap segitiga dengan ruang atap

Ciri-ciri Bangunan Tropis di Indonesia
Rumah joglo contoh bangunan tropis - img by pinterest
Baca Juga : Contoh Arsitektur Neo Vernakular

Ciri bangunan tropis dan rumah-rumah yang dibangun di daerah tropis pada umumnya menggunakan atap segitiga. Baik berupa atap limasan, pelana, kerucut ataupun atap segitiga tumpang.

Alasan utama kenapa bangunan tropis menggunakan atap segitiga karena atap segitga memberikan ruang di bawah atap untuk isolasi termal yang mencegah panas matahari langsung ke kamar.

Atap segitiga dianggap sebagai konstruksi yang paling baik untuk mencegah panas. Maka sebagai buktinya kita bisa melihat hampir semua rumah dan bangunan tradisional di Indonesia memiliki atap segitiga bahkan segitiga tumpang. Hal tersebut merupakan bentuk adaptasi bangunan tropis yang sudah diterapkan oleh leluhur kita sejak ribuan tahun silam.

Selain kemampuan isolasi panas, atap segitiga juga mudah mengalirkan air hujan. Bangunan tropis juga harus kuat menghadapi curah hujan yang tingggi. Pada daerah dengan curah hujan yang sangat tinggi, maka sudut atapnya akan semakin lancip, dengan kemiringan berkisar antara 37 hingga 40 derajat.

02 Overstek Atap yang lebar

Ciri-ciri Bangunan Tropis di Indonesia
Bangunan Bali dengan overstek yang lebar - img by pinterest
Baca Juga : Arsitektur Bali dan Cirinya

Selain bentuk atap segitiga, ciri bangunan tropis yang paling terlihat dari luar adalah adanya overstek atap. Overstek adalah sebutan untuk tonjolan atap yang melebihi luas bangunan. Pada bangunan tropis, luas atap pasti melebihi luas layout bangunan.

Overstek berfungsi sebagai elemen pembayangan (peneduh) pada bangunan dan menaungi jendela sehingga terik sinar matahari pada sudut tinggi tidak akan masuk ke bangunan tropis. Seperti sebuah pohon yang melebar ke atas.

Selain itu overstek juga berfungsi untuk melindungi dari masuknya air hujan dan mencegah tampias. Perlu diketahui bahwa hujan di daerah tropis terkadang jatuh dengan kemiringan tertentu sehingga dengan adanya overstek akan mencegah air masuk ke bangunan dan melindungi sisi luar bangunan dari guyuran air.

Lebar overstek pada bangunan tropis seharusnya disesuaikan dengan tinggi bangunan. Semakin tinggi semakin lebar pula oversteknya. Untuk bangunan dengan tinggi kolom 3 meter sebaiknya menggunakan overstek dengan lebar minimal 1 meter. Sementara hal ini juga perlu disesuaikan dengan proporsi tinggi dan lebar bangunan agar tetap terlihat estetis.

Overstek dapat langsung dibuat dari atap segitiga yang dilebarkan atau dengan membuat topian tambahan (emperan atap) dengan konstruksi segitiga ataupun dengan plat beton datar (topian).

03 Adanya shading pada bangunan

Ciri-ciri Bangunan Tropis di Indonesia
Tirai sebagai shading - img by pinterest

Selain menggunakan overstek, ciri bangunan tropis lainnya adalah penggunaan shading. Shading atau pembayangan diletakan pada bagian terbuka atau jendela untuk mencegah masuknya panas.

Shading pada bangunan tropis dapat dibuat dengan tirai, roller blind atau gorden. Mungkin kita banyak melihat penggunaan tirai bambu pada teras rumah-rumah di kampung yang bertujuan untuk mengurangi panas matahari.

04 Penataan Layout Bangunan dan Orientasi Bangunan


Penataan layout bangunan tropis umumnya sangat sensitif terhadap arah datangnya sinar matahari. Hal ini akan berpengaruh terhadap bukaan jendela yang digunakan. Bangunan tropis biasanya menghindari pembuatan jendela pada arah timur dan barat karena akan membuat panas pada ruangan.

Sebaiknya arah bukaan jendela adalah menghadap ke utara dan selatan untuk menghindari sinar matahari langsung. Namun menata layout bangunan di daerah tropis hendaknya memberikan kesempatan pada setiap ruang untuk memiliki jendela. Hal ini harus dilakukan untuk mencegah kelembaban pada ruangan.

Ciri layout bangunan tropis juga adalah memiliki bentuk luar bangunan yang kotak dengan sedikit tonjolan ruang. Hal tersebut dimaksudkan agar atap bangunan dapat dibuat limasan sempurna. Pembuatan atap dengan anakan memang terlihat estetis namun rawan kebocoran.

05 Ukuran Jendela tidak terlalu besar

Keberadaan jendela dan ventilasi pada bangunan tropis menjadi sangat penting. Ciri bangunan tropis lainnya adalah jendela yang tidak terlalu besar. Orang-orang yang tinggal di daerah tropis mendapatkan intensitas penyinaran matahari yang sangat banyak sehingga mereka mengurangi memasukan sinar matahari dan justru berteduh dari panas matahari.


Berbeda dengan daerah subtropis dan kutub yang sangat perlu sinar matahari sehingga mereka membuat jendela besar tanpa overstek. Pada bangunan tropis setiap jendela harus dinaungi oleh overstek dan topian agar tidak panas saat di sudut tinggi.

Baca Juga : Ukuran standar Jendela 

06 Adanya Ventilasi

Ciri-ciri Bangunan Tropis di Indonesia
Cross ventilation - img by pinterest

Pada bangunan tropis yang menjadi ciri yang sangat umum adalah adanya ventilasi untuk memasukan udara pada ruangan. Bangunan tropis umumnya menggunakan sistem ventilasi silang (cross ventilation) agar udara benar-benar mengalir pada ruangan dan mengurangi panas bangunan.

Ventilasi silang memasukan udara dari suatu sisi bangunan dan mengeluarkannya pada sisi seberang. Hal ini dapat terjadi secara alami mengikuti tekanan angin.

07 Taman yang rindang

Pada bangunan tropis biasanya menggunakan taman yang rindang. Ciri taman pada bangunan tropis adalah dengan menggunakan tanaman tinggi yang mendampingi bangunan. Hal ini bertujuan untuk membantu meneduhkan bangunan di saat panas terik matahari. Selain itu tanaman tinggi juga menjadi penyejuk dan penyedia oksigen bagi penghuni rumah.

08 Material bangunan

Ciri bangunan tropis yang juga cukup menonjol dari bangunan tropis adalah penggunaan material yang tahan pada cuaca panas maupun hujan. Kondisi ilkim tropis sejatinya cukup keras dan cepat merusak berbagai material yang menjadi kulit bangunan. Material pada bangunan tropis harus tangguh, mampu mengisolasi panas dan tidak cepat rusak oleh air hujan.

Bangunan di daerah tropis banyak menggunakan material dari kayu dan bambu. Kedua material ini merupakan material yang renewable. Kayu dan bambu juga banyak tumbuh subur di daerah tropis.

Baca Juga : Material Bangunan Paling Ramah Lingkungan

Nah demikianlah ciri-ciri bangunan tropis yang dibuat menyesuaikan dengan kondisi alam daerah tropis yang banyak mendapat sinar matahari dan hujan. Ciri-ciri bangunan tropis ini hendaknya dijadikan sebagai pedoman untuk merancang berbagai bangunan termasuk rumah.



Silahkan tuliskan komentar, Jika ingin berdiskusi lebih lanjut silahkan email ke parsikaproject@gmail.com
EmoticonEmoticon

 

Ketikan dan tekan Enter