Pengertian Waterfront dalam Desain - Arsitur Media Desain

Pengertian Waterfront dalam Desain

- 12/01/2017


Pengertian Waterfront

Echols dalam Soesanti (2010:116) menyatakan waterfront merupakan daerah tepi laut, bagian kota yang berbatasan dengan air atau daerah pelabuhan sedangkan Urban waterfront menurut Wrenn dalam Soesanti (2010:116) merupakan suatu lingkungan perkotaan yang berada ditepi atau dekat dengan wilayah perairan.

Pengertian Waterfront dalam Desain
Pengertian Waterfront dalam Desain


Dari kedua pengertian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa waterfront merupakan suatu daerah atau area yang berada dekat atau berbatasan langsung dengan kawasan perairan yang mana area pertemuan tersebut terdapat suatu aktivitas.

Jenis-Jenis Waterfront

Berdasarkan tipologi projeknya Breen dalam Fitrianto (2014:14) membedakan waterfront menjadi tiga antaranya konservasi, pembangunan kembali (redevelopment), dan mengembangan (development).

  1. Waterfront konservasi adalah penataan waterfront kuno atau lama yang ada sampai saat ini dan menjaganya agar tetap ada
  2. Waterfront redevelopment merupakan suatu upaya untuk menghidupkan kembali fungsi-fungsi waterfront lama dengan mengubah atau membangun kembali fasilitas-fasilitas yang ada tersebut.
  3. Waterfront development merupakan suatau usaha untuk menciptakan waterfront yang memenuhi kebutuhan kota saat ini dan masa depan dengan cara mereklamasi pantai.

Berdasarkan fungsinya, waterfront dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu mixed-used waterfront, recreational waterfront, residental waterfront, dan working waterfront Breen dalam Soesanti (2010:116).
  1. Mixed-used waterfront merupakan sebuah kombinasi waterfront yang terdiri dari area perumahan, perkantoran, restoran, pasar, rumah sakit dan tempat-tempat kebudayaan.
  2. Recreational waterfront merupakan sebuah kawasan waterfront yang menyediakan sarana dan prasarana untuk kegiatan rekreasi, seperti taman, arena bermain, tempat pemancingan dan fasilitas untuk kapal pesiar.
  3. Residental waterfront merupakan sebuah kawasan perumahan, hotel, apartemen dan lain sebagainya yang dibangun di tepi perairan.
  4. Working waterfront merupakan sebuah tempat untuk industri nelayan, kegiatan komersial, reparasi kapal pesiar, industri dan segala sesuatu yang  berkaitan dengan pelabuhan.

Kriteria Waterfront

Kriteria umum dari perencanaan waterfront adalah Prabudiantoro dalam Soesanti (2010:116)
  1. Berlokasi dan berada di tepi suatu wilayah perairan yang besar (laut,  danau, sungai, dan lain sebaginya).
  2. Merupakan area pelabuhan, perdagangan, permukiman, atau  pariwisata.
  3. Memiliki fungsi-fungsi utama sebagai tempat rekreasi, permukiman  atau pelabuhan.
  4. Terdapat pemandangan serta berorientasi ke arah perairan.
  5. Pembangunan arah vertikal-horizontal.

Aspek Perencanaan Waterfront

Terdapat tiga aspek yang dipergunakan dalam perencanaan sebuah waterfront, yaitu aspek arsitektural, aspek keteknikan, aspek sosial budaya. Aspek arsitektural berkaitan dengan pembentukan citra (image) dari kawasan waterfront dan bagaimana menciptakan kawasan waterfront yang mampu memenuhi nilai-nilai estetika.

Aspek keteknikkan berkaitan dengan perencanaan struktur dan teknologi bahan yang dipergunakan dalam perencanaan waterfront yang mampu mengatasi kendala-kendala dalam perancangan waterfront seperti stabilitas perairan, banjir, korosi, erosi, kondisi alam setempat, dan lain sebagainya. Aspek sosial budaya bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang berada dan di sekitar kawasan waterfront tersebut.



Silahkan tuliskan komentar, Jika ingin berdiskusi lebih lanjut silahkan email ke parsikaproject@gmail.com
EmoticonEmoticon

 

Ketikan dan tekan Enter