Skip to main content

Kelalaian yang Mengakibatkan Kebakaran Gedung

Adapun faktor non-teknis kebanyakan diakibatkan oleh kelalaian manusia (human error) terutama yang berkenaan dengan penggunaan api seperti memasak, merokok, menyalakan lilin, menyalakan obat nyamuk bakar, dan lain sebagainya. Kelalaian tersebut pada umumnya disebabkan oleh:


Kelalaian yang Mengakibatkan Kebakaran Gedung
Kelalaian yang Mengakibatkan Kebakaran Gedung


1. Faktor Pengguna Gedung

  • Tidak tahu / kurang mengetahui prinsip dasar pencegahan / penanggulangan bahaya   kebakaran.
  • Meletakkan barang-barang yang mudah terbakar tanpa menghiraukan norma-norma pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran.
  • Pemakaian listrik yang belebihan, melebihi kapasitas.
  • Menyalakan api ditempat terlarang / membuang puntung rokok sembarangan.
  • Adanya unsur kesengajaan.

Baca juga : Tingkat Resiko Kebakaran pada Bangunan Bertingkat

2. Faktor Manajemen / Pengelola Gedung

  • Tidak ada / kurang komitmennya terhadap K3.
  • Kurang pengawasan terhadap kegiatan pengguna gedung.
  • Tidak ada standar kode yang dapat diandalkan atau penerapannya tidak tegas atau sengaja menggunakan barang – barang sub-standard dengan motif ekonomi.
  • Sistem penanggulangan kebakaran tidak memadai
  • Tidak dilakukan pelatihan penanggulangan bahaya kebakaran bagi pengguna gedung.
  • Sarana proteksi kebakaran tidak ada atau kurang

Setiap bangunan memiliki latar belakang dan alasan mengapa bangunan tersebut dibuat. Hal ini akan ditinjau oleh owner/pemilik sehingga melahirkan sebuah ide dan gagasan yang kemudian berlanjut kepada suatu proses perancangan.

Tahap pertama untuk mengetahui perencanaan dan perancangan yang baik adalah dengan mengetahui tujuan awal dari pembuatan bangunan itu sendiri. Apakah bangunan tersebut untuk publik, privat, apakah jenisnya, mengapa jenis bangunan tersebut dipilih, dan lain sebagaimananya.

Baca juga : 4 Jenis Sistem Sprinkler pada Bangunan

Tujuan pengadaan bangunan biasanya bergantung pada kebutuhkan masyarakat dan lingkungan. Dewasa ini banyak yang harus diperhatikan oleh arsitek dalam aspek penggunaan lahan khususnya apabila membahas mengenai resident/rumah, office/kantor, dan urban building lainnya.

Aristek tidak bisa memutuskan kedua hubungan ini karena penciptaan pengiritan lahan ini yang kemudian memiliki output berupa high rise building mengikuti perkembangan dari sebuah daerah itu sendiri. High rise building adalah respon natural kepada sebuah kepadatan penduduk, kelangkaan lahan, dan tingginya harga lahan (Redy : 1996,23)
Salam dari Arsitur : Terima kasih sudah berkunjung di website ini. ARSITUR berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update dengan informasi terbaru. Kami akan sangat senang apabila Anda turut membantu mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Terima kasih
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke arsiturstudio@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar