Sasadu, Rumah Adat Halmahera Barat - Arsitur Media Desain

Sasadu, Rumah Adat Halmahera Barat

- 8/09/2017


Sasadu (Eksterior)


Saat berkunjung ke Halmahera Barat, Maluku Utara, traveler akan melihat banyak sekali rumah adat berbentuk unik yang disebut Sasadu. Ini bukan rumah adat sembarangan, melainkan menyimpan rahasia kearifan lokal.

Sasadu merupakan rumah adat Suku Sahu yang banyak bermukim di Kabupaten Halmahera Barat. Di Jailolo yang menjadi ibukota kabupaten ataupun di berbagai desa di sana seperti Hoku-hoku, Tobos dan Lolori, Sasadu dapat ditemukan dengan mudah.

Sasadu


Fungsi utama Sasadu adalah tempat berkumpul warga apalagi jika ada upacara adat, seperti pemilihan ketua adat dan saat panen. Sasadu juga digunakan untuk bersantai serta menjamu tamu yang dianggap penting. Bangunan ini tampak begitu unik dan juga sarat dengan nilai-nilai positif.

Lantainya dibuat dari semen, dengan pertimbangan lebih mudah dirawat dan dibersihkan. Kerangkanya terbuat kayu, batang pohon kelapa atau bambu. Berbeda dengan kebanyakan bangunan yang memakai paku untuk memperkuat sambungan, pasak kayulah yang dipakai di struktur bangunan Sasadu.

Untuk bagian atapnya dipilihlah daun kelapa yang kemudian diikat dengan tali bambu. Kerangka atapnya diikat dengan tali ijuk yang bersambung tanpa putus.

Setiap bentuk yang ada di dalam Sasadu memiliki konsep dan arti berbeda. Misalnya bola-bola yang digantung pada bilah kayu di ujung atap menyimbolkan kaki yang artinya kestabilan. Arahnya yang merunduk dan berlawanan dengan atap berarti bahwa manusia yang berada di puncak tetap harus rendah hati.

Bagian ujung atap rumah adat suhu Sahu ini sengaja dibuat lebih pendek dari langit-langit. Supaya siapa saja yang masuk harus menundukkan kepala. Ini dibuat untuk mengingatkan orang agar selalu hormat dan patuh terhadap adat istiadat.

Elemen Atap


Jika diperhatikan, pada rumah adat Sasadu di Desa Toboso ada kain merah dan putih yang tergantung di bagian sambungan rangka. Rupanya kedua kain beda warna itu mewakili pemeluk agama Islam dan Kristen. Kerukunan antar agama memang memegang peran penting dalam keseharian masyarakat setempat.

Itulah berbagai makna yang terkandung dalam berbagai sisi bangunan Sasadu. Hal ini pun menjadi salah satu contoh bahwa bangsa Indonesia berbudi luhur dan kaya akan budaya yang harus dilestarikan.



Silahkan tuliskan komentar, Jika ingin berdiskusi lebih lanjut silahkan email ke parsikaproject@gmail.com
EmoticonEmoticon

 

Ketikan dan tekan Enter