Tren Desain Arsitektur 2019 - Arsitur Media Desain

Tren Desain Arsitektur 2019

- 1/03/2019


Tren Desain Arsitektur 2019
Tren Desain Arsitektur 2019
Tren desain arsitektur cenderung memiliki perkembangan mode yang lebih lama karena renovasi bangunan biasanya tidak dilakukan setiap 2 atau 5 tahun sekali namun 10 sampai 20 tahun.

Namun setiap tahun selalu ada perkembangan meskipun sedikit dan hanya mempengaruhi beberapa bagian bangunan. Berikut adalah beberapa tren desain arsitektur yang berkembang di Tahun 2019.

Atap Segitiga

Daerah tropis seperti di Indonesia, bentuk atap segitiga yang menyerupai huruf A diperkirakan akan tetap menjadi tren di tahun 2019. Desain yang merupakan warisan nenek moyang masyarakat Indonesia ini diperkirakan akan tetap eksis.

Atap segitiga merupakan pilihan terbaik dibanding atap datar karena dapat mengurangi panas matahari secara alami. Meskipun yang berubah adalah material atap yang menggunakan genteng beton dan genteng aspal serta genteng kodok yang akan sangat eksis di tahun 2019.

Kombinasi Warna yang Kontras

Kombinasi warna yang berani adalah tren desain favorit bagi banyak desainer interior dan untuk beberapa alasan. Saya pikir kombinasi warna yang berani secara instan menambah karakter ke berbagai desain ruang tanpa perlu banyak hiasan lain.

Dinding yang diwarnai krem putih dan furnitur yang bernuansa gelap, saya pikir tren ini akan berlanjut hingga tahun 2019. Ruang yang segar dan luas akan selalu menjadi pilihan populer terutama untuk di daerah tropis. Dinding bernuansa warna-warni dan kombinasi warna yang berani menambah dan menguatkan karakter ruang secara umum.

Desain yang Ramah Lingkungan

Salah satu tren yang pasti akan terus relevan untuk beberapa dekade mendatang seiring dengan isu lingkungan hidup. Ketika pemanasan global mengancam, mengharuskan arsitek untuk mendesain ulang dan membentuk kembali kehidupan kita.

Namun yang lebih penting lagi adalah mengupayakan bahan bangunan yang pembuatannya menggunakan cara yang ramah lingkungan. Hal ini memiliki tujuan untuk menciptakan dampak kerusakan lingkungan yang lebih sedikit dan desain arsitektur yang lebih tahan lama.

Bangunan Tahan Bencana

Gempa bumi, Tsunami dan Angin ribut menjadi ancaman bagi Indonesia, kita telah melihat bagaimana bencana alam ini mempengaruhi semua orang dari semua lapisan masyarakat.

Tantangan bagi kita sebagai orang Indonesia adalah menciptakan ruang yang ramah lingkungan, indah secara estetika dan tahan bencana sehingga membuat generasi setelah kita merasa bahagia dan bangga dengan warisan arsitektur yang kita tinggalkan.

Ruang Indoor-Outdoor

Tren arsitektur yang mulai naik daun terutama untuk rumah. Mengubah ruang luar menjadi perluasan fungsional interior adalah cara terbaik untuk mengatasi kekurangan lahan.

Ini adalah salah satu tren yang dapat dengan sempurna disesuaikan dengan iklim Indonesia dengan memilih furnitur tahan panas dan hujan.

Mengkombinasikan ruang dalam dan luar berarti lebih banyak ruang untuk dinikmati. Ini dapat diaplikasikan pada teras yang didekorasi sebagai ruang tamu kedua. Saya pernah melihat taman luas yang dipartisi dan diperluas menjadi area makan dan dapur kedua.

Untuk memadukan ruangan dalam dengan luar dengan baik, maka pintu kaca adalah salah satu pilihan yang lebih baik dan lebih populer yang dapat digunakan.

Referensi : Uo2architects



Silahkan tuliskan komentar, Jika ingin berdiskusi lebih lanjut silahkan email ke parsikaproject@gmail.com
EmoticonEmoticon

 

Ketikan dan tekan Enter