Cara Mengukur Tinggi Gedung Vertikal - Arsitur Media Desain

Cara Mengukur Tinggi Gedung Vertikal

- 11/25/2018


Cara Mengukur Tinggi Gedung Vertikal
Cara Mengukur Tinggi Gedung Vertikal


Gedung tinggi sebagai hasil teknologi dan arsitektur manusia terus tumbuh berkembang di berbagai tempat. Dari waktu ke waktu semakin menjulang tinggi ke angkasa. Mulai dari belasan lantai, puluhan lantai hingga seratus lebih.

Pernahkah Anda berpikir bagaimana cara mengukur tinggi gedung tersebut ? logika yang paling sederhana adalah dengan memanjat gedung, membentangkan meteran gulung dari atas ke bawah secara vertikal. Cara ini pasti sangat sulit dan cukup berbahaya untuk melakukan pengukuran pada gedung seratus lantai.

Mengkur Tinggi Gedung

Logika lainnya adalah dengan menghitung jumlah lantai dikalikan tinggi antar lantai atau dengan melihat gambar kerja. Namun cara tersebut tidak akan menghasilkan ukuran yang tepat, karena dalam pembangunan di lapangan pasti ada sedikit perubahan. Selain itu tidak mudah mengukur ketepatan gambar  dan kenyataan di lapangan.

Ada cara lain untuk mengukur tinggi gedung secara vertikal yaitu dengan menggunakan teodholit sebagai alat ukur sudut. Theodolit merupakan salah satu alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan tinggi tanah dengan sudut mendatar dan sudut tegak. Berbeda dengan waterpass yang hanya memiliki sudut mendatar saja. Di dalam theodolit sudut yang dapat di baca bisa sampai pada satuan sekon (detik). Theodolite termasuk alat yang paling canggih (saat ini) diantara peralatan yang digunakan dalam survei lapangan.

Pada dasarnya teodholit adalah sebuah teleskop yang ditempatkan pada suatu dasar berbentuk membulat (piringan) yang dapat diputar-putar mengelilingi sumbu vertikal, sehingga memungkinkan sudut horisontal untuk dibaca. Teleskop tersebut juga dipasang pada piringan kedua dan dapat diputarputar mengelilingi sumbu horisontal, sehingga memungkinkan sudut vertikal untuk dibaca. Kedua sudut tersebut dapat dibaca dengan tingkat ketelitian sangat tinggi (Farrington 1997).

Survei dengan alat theodolite dilakukan bila situs yang akan dipetakan luas dan atau cukup sulit untuk diukur, dan terutama bila situs tersebut memiliki relief atau perbedaan ketinggian yang besar. Dengan menggunakan alat ini, keseluruhan kenampakan atau gejala akan dapat dipetakan dengan cepat dan efisien

Cara mengukur tinggi gedung dengan sistem teodholit

Teodholit mungkin berharga cukup mahal. Namun berikut ini ada sebuah cara sederhana untuk mengukur tinggi gedung secara vertikal. Cukup dengan bermodal alat ukur sederhana berupa meteran, penggaris busur sudut, alat tulis dan sentuhan rumus matematika sederhana.

Cara Mengukur Tinggi Gedung Vertikal
Cara Mengukur Tinggi Gedung Vertikal


1. Pertama, kita mengukur jarak tempat kita berdiri dengan gedung yang akan kita ukur, misalkan jaraknya 50 m.

2. Dengan menggunakan pengaris busur sudut kita mengarahkan sudut 0 derajat mendatar ke arah gedung dan dengan bantuan sebuah pensil/bolpoin meletakan ujungnya pada pusat sudut 0 derajat serta mengarahkan ujung bolpoin lainya ke puncak gedung. nah baca berapa sudut bol poin yang terbaca. misal kita baca 60 derajat.

3. Jika dua angka tersebut sudah didapatkan, yaitu jarak 50 m kita notasikan saja “l” dan sudut 67 derajat kita notasikan ” < ” . dari dua bilangan tersebut kita dapat menentukan tinggi gedung.

4. Ingat kembali rumus hubungan antara sudut segitiga dan panjang sisi segitiga. Untuk sudut alfa pada titik c, jika :
a = sisi dekatan
b = sisi miring
c = sisi hadapan

maka rumus sudut segitiga
    cos < = panjang sisi dekatan / panjang sisi miring
    sin < =  panjang sisi hadapan / panjang sisi miring
    tan < = panjang sisi hadapan / panjang sisi dekatan

5. Untuk menghitung tinggi gedung berarti sebenarnya kita sedang mencari panjang garis c. dari rumus matematika tersebut, kita dapat memakai rumus

tan < = tinggi gedung / jarak kita berdiri ke gedung , mudah bukan.

jadi tinggi gedungnya bisa dihitung dengan rumus berikut :
tan 67 = tinggi gedung / 50 m
tinggi gedung = tan 60  x  50 m
tinggi gedung = 1,732  x 50 m
tinggi gedung = 86,6 m + tinggi mata ( 1.50 m)
tinggi gedung = 88,1 m

Jadi didapatkan bahwa tinggi gedung tersebut sekitar 88,1 m.

Cara ini juga bisa dilakukan untuk mengukur tinggi benda lainnya seperti menara, pohon, tebing dan lain sebagainya. Demikianlah mengenai cara mengukur tinggi gedung, semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca.



Silahkan tuliskan komentar, Jika ingin berdiskusi lebih lanjut silahkan email ke parsikaproject@gmail.com
EmoticonEmoticon

 

Ketikan dan tekan Enter